Gerak Pada Manusia

May 1, 2010 at 6:37 am (Uncategorized)

Gerak tubuh manusia terjadi karena adanya kerja sama antara tulang dan otot.

1. Rangka Tubuh Manusia

Rangka tubuh manusia terdiri dari tulang-tulang yang berhubungan satu dengan lain. Rangka-rangka tersusun dari tulang yang berjumlah lebih kurang 206 potong tulang. Tulang berhubungan dengan tulang yang lain pada sambungan tertentu. Sambungan tertentu dapat membantu kelancaran gerakan tubuh. Jadi, rangka memiliki peran penting dalam membuat gerakan tubuh. Karena rangka manusia terletak di dalam tubuh, maka disebut rangka dalam (endoskeleton).

Selain berfungsi membuat gerakan tubuh, rangka memiliki fungsi sebagai berikut.

1. Menegakkan atau menopang bagian tubuh
2. Memberi bentuk tubuh
3. Melindungi organ-organ tubuh yang penting dan lunak, seperti otak, jantung, paru-paru,
dan mata
4. Tempat melekatnya otot-otot rangka
5. Tempat pembentukan sel darah merah

Berdasarkan jenis tulang, tulang dibedakan menjadi 2 macam, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon)

Tulang Rawan (Kartilago)
Bila kalian memegang daun telinga kalian atau ujung hidung kalian, pasti terasa lentur. Mengapa demikian ? Daun telinga dan ujung hidung terasa lentur karena dibentuk dan ditopang oleh tulang rawan.
Rangka fetus (bayi dalam kandungan) hampir seluruhnya tersusun atas tulang rawan. Lama kelamaan tulang tersebut akan menjadi tulang keras meskipun tidak seluruhnya. Pada orang dewasa, tulang rawan hanya terdapat di tempat-tempat tertentu, yaitu daun telinga, ujung hidung, laring, trakea, permukaan persendian tulang, antara tulang rusuk dan tulang dada, dan antara ruas-ruas tulang belakang.
Tulang rawan dibentuk oleh sel-sel tulang rawan (kondrosit), dan bahan dasar (matriks). Matriks tulang rawan merupakan campuran protein dan karbohidrat yang disebut kondrin. Matriks tulang rawan yang terbentuk diantara sel-sel tulang rawan mengandung banyak zat perekat (kolagen) dan sedikit zat kapur sehingga tulang rawan bersifat lentur atau elastis.
Tulang rawan dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu

-Tulang rawan hialin
-Tulang rawan elastis
-Tulang rawan fibrosa

*Tulang rawan Hialin

bersifat halus, transparan, dan memiliki matriks yang homogen. Tulang rawan hialin terdapat pada permukaan persendian serta dinding trakea.

*Tulang rawan Elastis

bersifat lentur, dan matriks memiliki serabut elastis yang bercabang-cabang. Tulang rawan elastis terdapat pada ujung hidung, dan daun telinga.

*Tulang rawan Fibrosa

bersifat kurang lentur, dan matriks mengandung banyak serabut-serabut kolagen. Tulang rawan fibrosa terdapat di antara ruas-ruas tulang belakang, dan tulang rawan pada lutut (tendon dan ligamentum).

Tulang Keras (Osteon)

Mungkin kalian pernah makan dengan lauk daging ayam, atau daging kambing yang masih melekat pada tulang. Tentunya, kalian hanya akan memakan dagingnya saja sedangkan tulang-tulangnya kalian buang. Alasan kalian sudah pasti, yaitu bahwa tulang tersebut keras. Berbeda dengan tulang rawan, tulang keras merupakan kumpulan sel-sel tulang (osteosit). Sel-sel tulang mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan fosfor sehingga tulang menjadi keras dan tidak lentur.
Matriks tulang yang rapat dan padat akan membentuk tulang kompak (tulang keras), misalnya tulang pipa. Matriks tulang yang tidak padat atau berongga-rongga akan membentuk tulang kosong (tulang spons) misalnya tulang pipih dan tulang pendek.
Tulang keras berasal dari tulang rawan. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras disebut osifikasi (penulangan). Apabila tulang dipotong melintang akan terlihat lingkaran sel tulang tersusun secara konsentris dan melingkari pembuluh darah yang membentuk saluran yang disebut Havers.
Bagian dalam dari tulang berisi sum-sum tulang. Ada dua jenis sum-sum tulang yaitu, Sum-sum merah dan sum-sum kuning. Sum-sum merah merupakan tempat produksi sel darah merah, dan terdapat pada seluruh tulang anak-anak sedangkan pada orang dewasa, sum-sum merah terdapat pada ruas tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang kepala. Sum-sum kuning terdapat pada tulang-tulang anggota gerak orang dewasa.
Berdasarkan bentuknya, tulang keras dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu

-Tulang Pendek

-Tulang Pipih

-Tulang Pipa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: